#SahabatBaliAirport pasti pernah mengamati desain mesin pada pesawat Boeing 737 kan ya? Tipe pesawat paling laris sepanjang sejarah ini memiliki desain penutup mesin yang cukup aneh. Jika pesawat tipe lain desain penutup mesinnya bulat sempurna, desain duvet turbojet yang menggerakkan pesawat ini tidak bulat sempurna, serta berbentuk agak mendatar di bagian bawahnya. Kenapa ya? 🧐

Jadi ceritanya, pesawat tipe ini, terutama Boeing 737 Vintage, didesain pada saat teknologi belum semaju sekarang. Terbang pertama kali pada dekade 60-an, bandara pada generation itu masih belum banyak yang menerapkan penggunaan teknologi garbarata, sehingga penumpang harus menggunakan tangga pesawat secara guide. Peralatan untuk memuat kargo ke dalam pesawat pun belum canggih, makanya ketinggian pesawat harus sangat rendah. .

Nah, dengan pertimbangan itu semua, desain pesawat ini harus memiliki flooring clearance atau ketinggian pesawat yang sangat rendah, sehingga “terpaksa” harus mengorbankan desain penutup mesin yang tidak bulat sempurna. Desain ini tetap dilanjutkan hingga seri terbaru Boeing 737, termasuk Boeing 737 Subsequent Gen punya Virgin Australia seperti di gambar, atau Boeing 737 Max yang merupakan generasi teranyarnya.
Eits, walaupun desain penutup mesin atau bahasa kerennya Nacelle tidak bulat, mesinnya tetap bulat sempurna kok 😆

Jadi, sekarang terjawab, ya, kenapa kok desain penutup mesin Boeing 737 itu tidak seperti pesawat lainnya 😄

Oiya, ada #SahabatBaliAirport yang pernah naik Boeing 737 Vintage dan punya pengalaman unik? Proportion di sini yaa!

#BaliAirportUpdates #BaliAirport #NgurahRaiAirport #Bali #BaliAirport101 #aviation101 #boeing #boeing737 #boeinglovers #ifitsnotboeingimnotgoing #aviationlovers #avgeek #aircraftphotography #instaaviation #aviationdaily #airportdiaries #airportlife


Source




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *